Sabtu, 25 Juni 2011

KURIKULUM TERORIS

Pesantren merupakan lembaga pendidikan tradisional islam untuk memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam dengan mensolidkan diri pada pentingnya moral agma sebagai tempat sarana bijak hidup masyarakat pada umumnya.
Kehadiran pesantren ditengah masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan melainkan juga berperan sebagai lembaga untuk menyiarkan syiar agama dan sosial keagamaan serta berfungsi sebagai pusat perkembangan Islam. Yang mana tujuan sentralnya adalah untuk mencetak kader-kader guru agama, dai, kyai, penghulu, pemuka agama serta kader-kader pemimpin yang beriman dan bertakwa. Dimana kebanyakan pesantren didirikan salah satu bentuk reaksi pola kehidupan tertentu yang dianggap sebagai potensi strategis, dan menjadi salah satu bagian transformasi kultural yang berjalan dalam waktu yang relatif panjang karena hakikat keberadaannya tidak lain sebagai titik mula proses transformasi yang dituntut menjadi alternatif terhadap pola kehidupan yang ada, apalagi SDM nya dibawah rata-rata,dibandingkan dengan negera-negara lain.
Akan tetapi, pondok pesantren telah banyak memberi kontribusi kepada pemerintah negara dengan membrantas kebodohan, lantas saat ini pesantren sudah di curigai sebagai gudang seorang teroris. menurut mereka pesantren telah menerapkan kurikulum berbasis terorisme. bahkan wakil presiden RI M. Jusuf Kalla menyatakan akan mengawasi pondok pesantren karena banyak melahirkan “teroris” dan ia tidak segan-segan untuk menutup lembaga dan kurikulum pesantren. pernyataan yang sangat mengejutkan karena ia adalah politisi yang akrab dengan agama islam apabila dia merupakan salah satu pimpinan kita. kenapa justru lebih percaya tuduhan Amerika dan antek-anteknya? ada juga yang menyatakan bahwa pesantren yang perlu dicurigai ketika ada pendidikan yang di terapkan atau dilaksakan pada waktu subuh dan setelah isya’ karena sistem pendidikan tersebut tidak menggunakan kurikulum nasional. padahal yang di ajarkan para kyai pada waktu itu hanya fiqih, tafsir, tauhid dan lainnya. di dalam tidak ada unsur untuk memproduk santri teroris.
Kecuringaan ini dari pengeboman di berbagai tempat yang mana mereka rata-rata lulusan pesantren. sehingga mereka dengan leluasa mengatakan bahwa pesantren telah mencetak kader teroris naudzubillah!!!.

BY
GREEN LIBRARY

Tidak ada komentar:

Posting Komentar